Penulis
(-) Penulis
itu....
Penulis adalah
sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis,atau menciptakan suatu karya tulis.
Menulis
adalah kegiatan membuat huruf (angka) menggunakan alat tulis di suatu sarana
atau media penulisan,
mengungkapkan ide, pikiran, perasaan melalui kegiatan menulis, atau menciptakan
suatu karangan dalam bentuk tulisan.
Karya tulis
bisa berupa karya tulis ilmiah: penelitian, makalah, jurnal; tulisan
jurnalistik:artikel,
opini,
feature; sastraatau fiksi (termasuk prosa, novel, cerpen, puisi). Format tulisan
penerbit berupa media cetak:buku, majalah,
tabloid,
koran;
media on-line/internet:
(website,
blog; media jejaring sosial:
facebook,
twitter,
google plus dan
sebagainya.
Padanan
istilah penulis adalah pengarang, penggubah, prosais, pujangga,
sastrawan.
Berpadan kata pula dengan pencatat, carik (Jawa), dabir (arkais), juru tulis, katib (Arab), kerani, klerek (arkais), panitera,
sekretaris,
setia usaha. Pelukis
dan penggambar kadangkala juga
dimasukkan sebagai padan kata penulis.
(-) Tips
Menjadi Penulis Keren
1. Sering-sering baca karya penulis ternama
Sering-sering membaca karya sastra penulis-penulis yang lebih dulu tenar akan membuatmu lebih peka dalam menulis nantinya. Membaca juga bisa menjadi proses meniru karya-karya besar (dalam artian baik sih). Kalo kamu jarang membaca, kamu gak akan tau seperti apa tulisan yang bakal jadi hits atau bagaimana menuliskannya.
2. Banyak-banyak berlatih
Ibarat pisau yang perlu diasah biar tetap tajam, kemampuan menulismu juga harus
dilatih setiap hari agar kamu bisa menulis dengan semakin baik ke depannya.
Menulislah sesering mungkin: di blog,
buku harian, atau media sosial tentang kamu, pacarmu, pengalamanmu, atau apapun
yang bisa kamu tuangkan menjadi tulisan. Makin sering kamu latihan, tulisanmu
akan makin tajam, dan kamu juga akan bisa semakin lepas dalam mengekspresikan
pikiranmu,
3. Selalu catat idemu
Ke manapun kamu
pergi, selalu bawa sebuah buku catatan kecil bersamamu. Nah, setiap ada ide
yang terlintas di kepalamu, langsung tuliskan aja. Jangan terbiasa nunggu
nanti, karena ide-ide tersebut gampang menguap dari pikiranmu. Mereka bisa
berupa ide cerita, artikel, dan karakter,
4. Ciptakan ritual menulis
Sisihkan waktu
khusus dalam satu hari untuk menulis tanpa gangguan, dan jadikan kegiatan
ini rutinitas kamu. Kamu bisa ambil waktu pagi, siang, atau tengah malam. Tapi
pastikan kamu melakukannya setiap hari setidaknya setengah jam.
Lama-lama, kamu akan punya konsentrasi dan kesabaran yang
cukup untuk menulis selama beberapa jam per hari. Itu semua bakal
membantu kamu jadi penulis yang lebih baik.
5. Tulis aja!
Waktu kertas atau
layarmu kosong karena kamu gak tau mau nulis apa, jangan tergoda untuk
melakukan hal yang akan memecah konsentrasimu — seperti ngecek Facebook atau
rebus mie instan. Jangan. Tetaplah gerakkan jemarimu dan mulailah menulis
apapun yang terlintas di kepalamu.
6. Hilangkan semua gangguan.
Menulis akan kurang berjalan dengan baik kalo ada
banyak hal yang mengalihkan konsentrasimu, seperti suara-suara bising atau
multitasking. Menulis perlu dilakukan dalam keadaan tenang dan bebas
gangguan.
Matikan aplikasi pesan instan, e-mail, telepon genggam,
TV, dan bereskan mejamu. Kunci pintu kamarmu: pastikan gak ada orang yang bisa
menginterupsi kamu saat kamu sedang menulis.
7. Rencanakan
apa yang mau kamu tulis, lalu tuangkan.
Kalo poin 5 di atas adalah buat memaksa kamu menulis
dari kekosongan, merencanakan berarti kamu udah punya ide yang mau kamu tulis.
Bakal bermanfaat kalo kamu udah punya sebelum kamu mulai duduk dan menulis.
Kamu gak perlu bingung lagi
cari-cari ide buat tulisanmu, karena proses brainstorming telah kamu
lakukan lebih awal.
8. Bereksperimen
Mengikuti jejak penulis-penulis besar bukan berarti
meniru mereka sama persis. Cobalah hal-hal baru, ambil bagian kecil dari
beragam penulis favoritmu dan bereksperimenlah dengan gaya menulismu
sendiri. Kamu bisa mencoba atau bahkan menemukan kata-kata baru. Mencoba banyak
hal akan membuatmu kaya, dan kamu akan menemukan mana yang cocok sama style-mu.
9. Revisi
Nah, ketika kamu udah berhasil menuangkan idemu ke
dalam teks, bereksperimen, dan membiarkan semua mengalir keluar, kamu perlu
kembali lagi ke belakang dan membaca ulang tulisan yang udah kamu buat.
Banyak penulis yang ogah melakukan revisi karena itu
dianggap menyita waktu. Tapi kalo kamu mau jadi penulis yang baik, kamu harus
sadar bahwa selalu ada yang harus diperbaiki dari draft pertamamu. Baca ulang
semuanya, perbaiki paramasastra yang keliru, ejaan yang salah, maupun
kalimat yang kurang pas dan membingungkan.
10. Bikin yang ringkas
kamu merevisi
tulisanmu, sunting ulang kalimat dan paragraf. Buang hal-hal yang gak penting
dan pertahankan yang esensial. Kalimat yang sederhana tapi jelas lebih baik
daripada kalimat yang bertele-tele.
11. Gunakan kalimat yang mengena
Setelah kamu bisa membuat kalimat yang lebih ringkas
dan esensial, fokuskan untuk bikin kalimat yang mengena pada pembaca, yang
menimbulkan kesan kuat dan berkarakter. Gak harus tiap kalimat juga sih, karena
kamu kan butuh variasi. Ini lebih gampang dilakukan pada saat merevisi
tulisanmu, karena mungkin kamu belum mendapat idenya pada draf awal.
12. Dapatkan umpan balik
Setelah kamu selesai dengan tulisanmu, temukan orang
untuk membaca tulisanmu: kalo bisa sih penulis yang kamu anggap lebih
berpengalaman atau seseorang yang sering membaca dan bisa ngasih kamu umpan
balik yang jujur dan cerdas. Dengarkan mereka dan pahami dengan baik setiap
kritikannya, karena itulah yang nantinya akan membuatmu berkembang lebih jauh.
13. Buat tulisanmu agar bisa dibaca khalayak luas.
Kalo kamu udah punya karya, bikin biar karyamu bisa
dibaca khalayak luas. Bisa kamu terbitkan sendiri jadi buku (kamu bisa
nerbitin buku sendiri di situs semacam Nulisbuku), atau kamu posting di blog. Promosikan juga
hasil publikasi karyamu lewat jejaring sosial biar makin banyak yang baca.
14. Berusaha lebih komunikatif
Terdapat berbagai macam gaya menulis. Ada yang baku dan
serius, ada juga yang santai dan seperti orang yang bercakap-cakap. Kamu harus
komunikatif alias tahu apa yang bisa dimengerti dan diterima pembacamu.
Terlepas dari itu, tetap perhatikan tata bahasa dan tanda baca. Gampang kok
kalo kamu udah terbiasa.
15. Memberikan kesan yang kuat pada awal dan akhir tulisan
Penting dari sebuah tulisan untuk memiliki bagian awal
yang bisa “mencuri” perhatian. Jika bagian awal tulisanmu gak mengena bagi
pembaca, mereka akan malas baca bagian selanjutnya.
Jadi setelah kamu menyelesaikan draf awal, luangkan
sedikit waktu untuk menyusun awal yang bagus. Buat mereka tertarik untuk terus
membaca sampai selesai. Jangan lupa membuat akhir yang kreatif, biar
pembaca menantikan tulisanmu yang selanjutnya.
Source : http://www.hipwee.com/tips/pengen-jadi-penulis-ini-dia-tips-simpel-untuk-jadi-penulis-yang-baik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penulis
0 komentar